TUGAS INDIVIDU
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
TENTANG
SILSILAH NABI MUHAMMAD SAW
DISUSUN OLEH
DINAS PENDIIDKAN DAN KEBUYAAN
SMP NEGERI 05 MUKOMUKO
TAHUN 2017
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Nabi
Muhammad SAW adalah orang yang pertama kali menerapkan Islam secara total. Ia
mendapat bimbingan dan pengarahan langsung dari Allah melalui wahyu-Nya. Makà,
tidak ada seorang pun yang lebih mengetahui dan memahami Islam selain Nabi
Muhammad SAW. Karena itu beliaulah satu-satunya yang pantas menjadi teladan dan
panutan orang-orang yang mengharap rahmat Allah pada hari akhir serta bagi
mereka yang ingin melaksanakan kewajiban Islamnya dengan benar. Firman Allah
dalam Qur’an Surat Al-Ahzab, ayat 21 yang artinya "Sesungguhnya telah ada
pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang
mengharapkan (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak
menyebut (nama) Allah "
Dari
ayat Qur’an diatas jelas ditegaskan,
bahwa tidak ada suri tauladan yang baik dan menjamin seseorang mendapat rahmat
Allah SWT baik didunia maupun di akhirat, kecuali suri tauladan yang datang
dari Nabi Muhammad SAW.
Namun sekarang ini banyak umat Islam (terutama generasi muda), bahkan anak-anak yang masih dibawah umur, mengidolakan bahkan hingga meniru perilaku tokoh-tokoh populer tertentu. Ada kalanya, umat memang mengidolakan tokoh-tokoh yang memiliki prestasi positif; misalnya atlet, ilmuwan, dai, atau seniman. Tetapi sering pula kita melihat bahwa tokoh-tokoh yang dijadikan panutan tersebut adalah manusia-manusia yang sesungguhnya memiliki perilaku yang jauh dari konsepsi islami.
Namun sekarang ini banyak umat Islam (terutama generasi muda), bahkan anak-anak yang masih dibawah umur, mengidolakan bahkan hingga meniru perilaku tokoh-tokoh populer tertentu. Ada kalanya, umat memang mengidolakan tokoh-tokoh yang memiliki prestasi positif; misalnya atlet, ilmuwan, dai, atau seniman. Tetapi sering pula kita melihat bahwa tokoh-tokoh yang dijadikan panutan tersebut adalah manusia-manusia yang sesungguhnya memiliki perilaku yang jauh dari konsepsi islami.
Bangsa
kita yang mayoritas muslim, kerap mengingkari ketauladanan Rasulullah Muhammad
Saw. Menurut kami terjadinya krisis keteladanan, dikarenakan kurangnya pemahaman
terhadap Rasulullah serta kurangnya mengenal sifat-sifat rasul.
B. Rumusan
Masalah
Rumusan
masalah pada makalah ini :
1. Bagaimana silsilah Nabi Muhammad SAW
?
2. Bagaimana sifat-sifat Nabi Muhammad
SAW ?
C. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai pada
makalah ini :
1. Mengetahui silsilah Nabi Muhammad
SAW
- Mengetahui sifat-sifat Nabi Muhammad SAW
BAB II
PEMBAHASAN
A. Silsilah Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW lahir dari
keturunan bangsawan kabilah Quraisy. Beliau mempunyai silsilah yang jelas,
sebagaimana layakya keluarga Arab terhormat pada masa itu. Beliau sendiri
menyatakan bahwa keturunannya adalah keturunan pilihan diantara kabilah-kabilah
Arab, yaitu keturunan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, dari keturunan Ismail terpilih
Kinanah, dari keturunan Kinanah terpilih Quraisy, dari keturunan Quraisy
terpilih Hasyim dan dari keturunan Hasyimlah beliau lahir.
Ayahnya bernama Abdullah bin
Abdul-Muththalib (nama aslinya Syaibah), bin Hasyim, bin Abdu Manaf (nama
aslinya Al-Mughirah), bin Qushay, bin Kilab,
bin Murrah, bin Ka'b, bin Lu'ay, bin Ghalib, bin Fihr (nama aslinya Quraisy
dan menjadi cikal bakal nama kabilah), bin Malik, bin An-Nadhr (nama aslinya
Qais), bin Kinanah, bin Khuzaimah, bin Mudrikah (nama aslinya Amir), bin Ilyas,
bin Mudhar, bin Nizar, bin Ma'ad, bin Adnan.
bin Add bin Humaisi', bin Salaman, bin Aush, bin Bauz, bin Qimwal, bin Ubay,
bin Awwam, bin Nasyid, bin Haza, bin Baldas, bin Yadlaf, bin Thabikh, bin
jahim, bin Nahisy, bin Makhy, bin Aidh, bin Abqar, bin Ubaid, bin Ad-Da'a, bin
Harridan, bin Sinbar, bin Yatsriby, bin Yahzan, bin Yalhan, bin Ar'awy, bin
Aidh, bin Daisyan, bin Aishar, bin Afnad, bin Aiham, bin Muqshir, bin Nahits,
bin Zarih, bin Sumay, bin Muzay, bin Iwadhah, bin Aram, bin Qaidar, bin Isma'il Alaihi-Salam, bin Ibrahim Alaihi-Salam bin Tarih (nama aslinya Azar), bin Nahur, bin Saru'
atau Sarugh, bin Ra'u, bin Falakh, bin Aibar, bin Syalakh, bin Arfakhsyad, bin
Sam, bin Nuh Alaihi-Salam, bin
Lamk, bin Mutwashyalakh, bin Akhnukh atau ldris Alaihis-Salam, bin Yard, bin Mahla'il bin Qainan, bin
Yanisya, bin Syits Alaihi-Salam, bin Adam Alaihis-Salam. Ibunya bernama
Aminah binti Wahab bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah.
Abdullah adalah putra kesayangan
Abd. Al-Mutthalib. Dia kawin dengan Aminah binti Wahab pada usia sekitar 24
tahun. Keduanya adalah pasangan yang serasi, pemuda tampan dan gadis jelita.
Abd. Al-Mutthalib dan Wahab menurunkan keluarga yang terpandangan di kalangan
kabilah-kabilah Arab. Kurang lebih 3 bulan setelah pernikahannya, Abdullah
berangkat ke Negeri Syria untuk berdagang. Pada waktu itu Aminah telah
memperlihatkan tanda-tanda kehamilah. Dalam perjalanan pulang di kota Yastrib
mendadak Abdullah jatuh sakit dan akhirnya meninggal.
Aminah melahirkan Nabi pada tanggal
12 Rabiul awal bertepatan dengan 20 April, 571 tahun setelah kelahiran Nabi Isa
as. Pada hari ketujuh setelah kelahiran Rasulullah, kakeknya menyembelih hewan
kurban untuknya dan mengundang seluruh suku quraisy. Di tengah menikmati jamuan
itu, mereka bertanya, “Wahai Abdul Mutthalib, kau beri nama siapa (anak itu)? “
Jawab Abdul Mutthalib, “ Aku memberinya nama Muhammad. “Mereka bertanya lagi,
“Mengapa engkau lebih memilih nama itu ketimbang menamainya dengan salah satu
nama leluhurnya?” Dia menjawab, “ (Karena) aku ingin Allah yang di langit
memujinya dan semua manusia yang ada di muka bumi ini memujinya pula.
Ibunya sendiri meninggal ketika
usianya baru enam tahun di Abwa, sebuah tempat diantara Mekah dan Madinah.
Kemudian dikebumikan di Abwa. Ceritanya, ibu dan anak itu sedang dalam
perjalanan kunjungan kepada keluarga dari garis ibunya. Muhammad selanjutnya
diasuh kakeknya, Abdul Mutthalib. Sebelum meninggal, kakeknya berpesan kepada
Abu Thalib, pamannya, untuk meneruskan pengasuhannya. Saat itu usia Muhammad
delapan tahun. Abu Thalib adalah orang yang sangat kekurangan dalam harta
benda, namun ia tetap tidak khawatir untuk mengasuh Nabi Muhammad.
Pada usia 25 tahun, Rasulullah saw
memimpin kafilah dagang ke Syam membawa dagangan Khadijah ra. Di Mekah ia baru
dikenal sebagai al-Amin, dan itulah yang menjadi alasan ia menikah dengan
Khadijah ra. Istri-istri Rasulullah semuanya ada 11 orang, enam dari suku
Quraisy, empat dari bangsa Arab dan seorang dari Bani Israil. Kesebelas orang
itu adalah
1.
Khadijah binti Khuwailid
Beliau wanita pertama yang menjadi
istri pertama Nabi saw, dan Nabi tidak pernah menikah lagi sampai beliau wafat.
Dari Khadijah, Nabi Muhammad memiliki anak sebanyak 7 orang yakni:
a. Al-Kasim
b. At-Thaiyib
c. At-Thahir
d. Rukaiyah, isteri Utsman bin Affan
e. Zainab, isteri Abdul Ash bin Rabi’
f. Ummu Kalsum, isteri Utsman bin Affan
setelah Rukaiyah wafat
g. Fathimah, isteri Ali bin ABi Thalib
Anak-anak beliau yang laki-laki
semuanya meninggal selagi jaman jahiliyah, tetapi yang wanita, semuanya
mendapat dan memeluk agama Islam dan semuanya selamat berhijrah ke Madinah.
Khadijah meninggal pada saat usianya 65 tahun.
2. Saudah
binti Zam’ah
Saudah binti Zam’ah, adalah temasuk
perempuan generasi pertama yang memeluk Islam. Bersama suami sebelumnya, Saudah
ikut hijrah ke Habasyah yang kedua. Tak lama setelah kembali ke Mekah, suaminya
meninggal. Rasulullah lalu menikahinya. Saudah meninggal di Madinah pada akhir
masa kekhalifaan Umar.
3. Aisyah
binti Abu Bakar
Aisyah adalah istri Nabi yang
dinikahi ketika usianya baru 6 tahun, tetapi baru akad saja. Ia satu-satunya
istri Rasulullah yang perawan. Ia adalah orang yang paling memahami Al-Qur’an.
Aisyah sendiri meninggal pada bulan Ramadhan tahun ke-58 hijrah. Pada saat itu
usianya 65 tahun.
4. Hafshah
binti Umar
Rasulullah menikahinya pada bulan
sya’ban, tiga puluh bulan sebelum hijrah. Saat itu usianya baru 21 tahun. Dan
meninggal juga pada bulan sya’ban 45 tahun setelah hijrah, di Madinah.
5. Ummu
Salamah
Rasulullah menikahinya pada tahun
ke-4 hijriah ketika usianya 27 tahun. Ummu Salamah adalah istri Rasulullah yang
meninggal paling belakangan keika berusia 86 tahun. Ia adalah perempuan yang
cerdas dan pandai.
6. Zainab
binti Khuzaimah
Rasulullah menikahinya ketika berusia 29 tahun, pada bulan
ramadhan, 30 bulan setelah hijrah, Zainab meninggal mendahului nabi dan dialah
orang yang direkomedasikan Ummu Salamah sebagai gantinya.
7. Juwairiyah
binti Al-Harits
Juwairiyah merupakan tahanan perang,
yang kemudian dibebaskan dan dinikahi oleh Rasulullah. Pada saat dinikahi ia
berusia 25 tahun. Ia meninggal pada tahun ke-50 hijriah pada usia 70 tahun.
8. Ummu
Habibah Rumlah binti Abi Sufyan
Ketika masih di Habasyah, Rasulullah
mengirim Amru ibn Umayyah untuk menemui Najasy agar menikahkannya dengan Ummu
Habibah. Ummu Habibah meninggal pada tahun ke-44 hijriah
9. Zainab
binti Jahsyin
Rasulullah menikahinya pada tahun
ke-3 hijriah, di Madinah. Saat itu Zainab berusia 35 tahun. Sebelum dinikahi,
Muhammad pernah menikahkannya dengan Zaid ibn Haritsah, anak angkatnya. Namun
kemudian Allah membatalkan aturan bahwa mantan istri anak angkat tidak boleh
dinikahi dengan perintah-Nya kepada Rasulullah untuk menikahinya.
10. Shafiyah binti Huyay
Rasulullah menawannya pada perang
Khaibar, kemudian dibebaskan dan dinikahinya. Shafiyah sendiri meninggal pada
tahun ke-50 hijriah.
11. Maimunah binti Al-Harits
al-Hilaliyah
Ia adalah perempuan terakhir yang
dinikahi Rasulullah, yakni ketika Rasulullah sedang menjalankan umrah Qadha
pada tahun ke-8 hijriah. Ia meninggal di rumah tempat ia dinikahi Rasulullah
pada tahun ke-61 hijriah.
B.
Sifat-sifat Nabi Muhammad SAW
Menurut para teolog, esensi kenabian
atau sifat-sifat wajib nabi adalah Sidiq (benar), amanah, tabliq, cerdas.
1.
Kejujuran (kebenaran)
Kejujuran atau kebenaran adalah
dasar utama dari kenabian. Tidak ada kebohongan atau tipuan yang pernah
terdengar dari mereka, entah itu secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi.
Nabi pasti diberkahi dengan kejujuran, karena Allah berkehendak agar setiap
orang menjadi benar dan menjunjung kebenaran.
Rasulullah dikenal sebagai orang
yang benar dan jujur bahkan sebelum Islam datang. Penduduk Mekah, bahkan kaum
Kafir sekalipun menyebutnya Al-Amin (yang dapat dipercaya). Bahkan
musuh-musuhnya tidak menuduhnya bohong setelah dia menyatakan kenabiannya,
sebab tak ada yang pernah mendengar ia berbohong.
Kebenaran adalah poros kenabian. Tak
mungkin tidak, sebab jika seorang Nabi bohong. Maka Allah berfirman:
Jika dia (Muhammad mengada-adakan sebagian perkataan
(berbohong) atas nama Kami, niscaya kami pegang dia pada tangan kanannya.
Kemudian kami potong urat tali jantungnya. Maka sekali-kali tidak ada seorang
pun dari kamu yang dapat menghalangi dari pemotong urat nadi itu (Q.S 69:
45-47)
2. Amanah
(dapat dipercaya)
Sebelum dan sesudah kemunculan
Islam, musuh-musuh Nabi saw sekalipun mengenal beliau sebagai orang yang terpercaya
dan amanah. Bahkan setelah menyatakan dirinya sebagai Nabi, para musuh beliau
tetap menitipkan barang-barang berharga mereka kepadanya. Mereka sama sekali
tidak khawatir beliau akan menyitanya atau menggunakannya demi kepentingan
Islam
3. Tabligh
Nabi-nabi diutus untuk menyampaikan
risalah dan untuk menerangi jalan menuju kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Seorang nabi secara total mengabdikan diri pada misinya dan karena itu
merupakan altruis (orang yang tidak mementingkan diri sendiri) yang hidup demi
kebahagiaan dan kebaikan orang lain. Para Nabi ditugaskan untuk menyampaikan
risalah Ilahi. Mereka melaksanakannya dengan sebaik-baiknya, dengan sabar
menghadapi bencana bahkan penyiksaan, memenuhi tanggu jawab mereka, dan
kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah. Rasulullah menyeru kepada semua
penduduk Mekah, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.
4. Fatanah
(Cerdas)
Cerdas adalah atribut penting
lainnya dari kenabian. Dalam konteks ini, kecerdasan ini mengandung makna
khusus : suatu perpaduan dari kekuatan penalaran, kecerdasan, intelegensi,
penilaian yang sehat, dan kebijaksanaan yang jauh melebihi kemampuan manusia
biasa melalui kekuatan pemahaman yang tinggi. Ia mencakup dan memadukan semua
kemampuan manusia, entah itu dari hati, jiwa atau pikiran.
Selain itu, ada pula sifat-sifat
mustahil bagi nabi, diantaranya:
1. Kidzib
(dusta)
Semua Rasul adalah
manusia-manusia yang dipilih oleh Allah SWT sebagai utusan-Nya. Mereka selalu
memperoleh bimbingan dari Allah SWT sehngga terhindar dari sifat-sifat tercela.
Setiap rasul benar ucapannya dan benar pula perbuatannya. Sifat dusta hanya
dimiliki oleh manusia yang ingin mementingkan dirinya sendiri, sedangkan rasul
mementingkan umatnya.
2.
Khiyaanah (berkhianat atau curang)
Tidak mungkin seorang
rasul berkhianat atau ingkar janji terhadap tugas-tugas yang diberikan Allah
SWT kepadanya. Orang yang khianat terhadap kepercayaan yang telah diberikan
kepadanya adalah termasuk orang yang munafik, rasul tidak mungkin menjadi
seorang yang munafik.
3.
Kitmaan (menyembunyikan)
Semua ajaran yang disampaikan oleh para rasul kepada umatnya
tidak ada yang pernah disembunyikan. Jangankan yang mudah dikerjakan dan
difahami dengan akal fikiran, yang sulit pun akan disampaikan olehnya seperti
peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
4.
Balaadah (bodoh)
Seorang
rasul mempunyai tugas yang berat. Rasul tidak mungkin seorang yang bodoh. Jika
rasul bodoh, maka ia tidak akan dapat mengemban amanat dari Allah SWT. Jadi,
mustahil rasul memiliki sifat bodoh.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kesimpulan
pada makalah ini adalah:
1. Nabi lahir pada tanggal
12 Rabiul awal bertepatan dengan 20 April, 571 tahun setelah kelahiran Nabi Isa
as dan merupakan anak dari pasangan
Abdullah dan Aminah. Rasulullah memiliki nama lengkap Muhammad bin Abdullah bin
Abdul-Muththalib, bin Hasyim,
bin Abdu Manaf, bin Qushay, bin Kilab,
bin Murrah, bin Ka'b, bin Lu'ay, bin Ghalib, bin Fihr, bin Malik, bin
An-Nadhr, bin Kinanah, bin Khuzaimah, bin Mudrikah, bin Ilyas, bin Mudhar, bin
Nizar, bin Ma'ad, bin Adnan. bin
Add bin Humaisi', bin Salaman, bin Aush, bin Bauz, bin Qimwal, bin Ubay, bin
Awwam, bin Nasyid, bin Haza, bin Baldas, bin Yadlaf, bin Thabikh, bin jahim,
bin Nahisy, bin Makhy, bin Aidh, bin Abqar, bin Ubaid, bin Ad-Da'a, bin
Harridan, bin Sinbar, bin Yatsriby, bin Yahzan, bin Yalhan, bin Ar'awy, bin Aidh,
bin Daisyan, bin Aishar, bin Afnad, bin Aiham, bin Muqshir, bin Nahits, bin
Zarih, bin Sumay, bin Muzay, bin Iwadhah, bin Aram, bin Qaidar, bin Isma'il Alaihi-Salam, bin Ibrahim Alaihi-Salam bin Tarih, bin Nahur, bin Saru' atau Sarugh, bin
Ra'u, bin Falakh, bin Aibar, bin Syalakh, bin Arfakhsyad, bin Sam, bin Nuh Alaihi-Salam, bin Lamk, bin
Mutwashyalakh, bin Akhnukh atau ldris
Alaihis-Salam, bin Yard, bin Mahla'il bin Qainan, bin Yanisya, bin Syits Alaihi-Salam, bin Adam
Alaihis-Salam. Ia memiliki 11 orang istri dan 8 orang anak.
3.
Nabi
memiliki sifat-sifat wajib seperti Shidiq, Amanah, Tabliq, Fatanah. Dan sifat mustahil seperti Kidzib, Khinayaah,
Kitman, Balaadah. Itulah sebabnya kita wajib meneladani dan menjadikan
Rasulullah sebagai contoh dalam segala aspek kehidupan.
B. Saran
Dari makalah ini penulis berharap
kepada pembaca, agar bisa mengetahui silsilah dan sifat-sifat yang dimiliki
oleh Rasulullah dalam rangka meningkatkan keimanan kita kepada Allah dan
Rasul-Nya, selain itu dapat memberikan kritik dan saran dalam pembahasan
makalah ini. Agar makalah ini menjadi lebih baik dan dapat digunakan sebagai
bahan penambahan wawasan dan pengetahuan yang lebih bermanfaat untuk orang
lain.
DAFTAR PUSTAKA
Azra,
Azyumardi.Versi Terdalam: Kehidupan
Rasulullah Muhammad SAW. Jakarta: Murai Kencana, 2002
Husain,
Muhammad.Muhammad Nabi Segala Zaman.
Jakarta Selatan: Grafindo, 2008
Patuhena
Saleh,dkk.Sejarah islam Klasik.
Makassar: UIN Alauddin, 2009
Sandiah,
Hasan.Muhammad Rasulullah. Bandung:
Percetakan Offset, 1979
Sayidi,
Husain.Muhammad The Untold Stories.
Jakarta: Citra, 2004
Usman, Ali.Partisipasi Keluarga Rasulullah SAW dalam merubah sosial budaya dunia.
Jakarta: Bulan Bintang, 1976